Subscribe Via Email (Do Not Edit Here!)








Sabtu, 15 Februari 2014

Kisah Mcflurry yang menggiurkan

Mc FLurry? ya anda semua tidak salah baca. Anda pastilah tahu kalau itu adalah es krim produk dari rumah makan cepat saji M*D. Sudah pada tahu lah pokoknya. Lalu apa hubungannya? Oke ceritanya sedikit panjang, tolong disimak ya.

Semua bermula dari sabtu cerah yang sangat ber abu. Karena saya ada tugas kuliah dan bosan di kos, saya berangkat menuju rumah tman saya yang ada di jalan kaliurang. Untuk sampai kesana bisa dibilang cukup jauh, dan butuh konsentrasi ekstra, karena semua jalan ber abu, yang parah apabila jalanan yang tidak ada inisiatif dari warga sekitar atau komunitas untuk disiram air, maka susah sekali untuk melihat jalan. Oh ya, masker adalah suatu keharusan di saat seperti ini.

Lanjut, karena itu hari ke dua abu sampai di tanah Yogyakarta, banyak tempat yang belum bersih dari abu. Dan jujur, saya sendiri pun sangat malas untuk membersihkan motor saya sendiri. Lha wong cuma ditinggal aja udah buluk kok. Cuma di lap dikit, ditinggal 2 jam udah buluk lagi. Ya sudah saya merencanakan cuci motor, tapi nanti saja.

Sore nya, saya dan teman-teman saya ingin memantau situasi di Yogyakarta, ada usulan untuk membuat sebuah video liputan berkisar bencana abu ini. Untuk orang-orang yang tinggal atau biasa di Yogyakarta pasti tahu jalan kaliurang yang melewati GSP. Untuk yang belum tahu, GSP adalah Gedung merah buesar (gede banget lah pokoknya) milik UGM. Dari jalan kaliurang, kita bisa melihat dengan sangat jelas karena bentuknya yang besar dan berada di dekat jalan kaliurang. Bayangkan, merah dan besar lho. Saat saya melewati jalan kaliurang tersebut, seketika berubah seperti badai pasir (padahal belum pernah ngerasain). Jadi angin yang besar menerbangkan sebagian besar abu yang belum disiram air, karena jalan kaliurang belom disiram air. Yang parahnya, kami tidak bisa melihat jalanan sama sekali karena abu, bahkan GSP yang berada di kiri kami seakan menghilang karena abu yang ditiup angin tersebut.

Sesaat kemudian, kami sudah sampai di Tugu. Seperti yang diberitakan di TV, abu memang banyak di sekitaran tugu, namun sudah disirami air, sehingga tugu tidak begitu tebal abu nya. Namun sekitarnya masih tebal. Momen ini kami manfaatkan untuk foto-foto. Bukan bermaksud apa-apa, kami semua anak rantau dan berpikir rasional, ini memang bencana, tapi kami semua hanya ingin sedikit bahagia karena warung-warung makan langganan kami pada tutup semua.

Tiba-tiba ada gerimis, sontak kami semua kembali tancap gas. Yang ada di pikiran saya, ini akan menjadi hujan yang deras untuk membersihkan abu di Yogyakarta. Lalu kami menuju M*D di Sudirman. Tempat yang mahal untuk anak kos seperti kami, tapi bisa lah untuk berteduh. Saat membeli makan pun saya sedikit miris karena harus mengeluarkan uang lebih banyak dari biasanya. Meja sebelah saya kebetulan sedang menikmati McFlurry. Saya sebenarnya kepingin pake banget. Tapi perundingan saya dengan dompet tidak membuahkan hasil dan keputusannya saya harus menahan sabar dan keinginan saya. Ternyata, gerimis yang tadi hanya lewat, tidak berubah menjadi hujan besar yang saya perkirakan. Sedikit kecewa, saya melangkahkan kaki keluar bersama teman-teman saya. Bersamaan dengan itu, masuk 2 anak laki-laki yang (maaf) kucel. Lalu saya menuju parkiran untuk mengambil motor saya.

Saat sedang mengambil helm di motor, ada ibu-ibu yang menghampiri saya. Dia meminta uang untuk makan katanya. Bukannya saya jahat, tapi saya terpaksa menolak. Uang saya sudah keluar banyak di M*D tersebut. Tetapi entah kenapa saya merasa janggal dengan ibu-ibu yang minta-minta tadi. Karena bensin saya habis, saya mengisi bensin di sudirman, tepat di seberang M*D tadi. Karena ingin ke malioboro, saya bersama teman-teman saya melewati M*D yang tadi saya singgahi untuk makan.

Saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat.

Ada ibu-ibu menggandeng anak perempuan. Di samping anak perempuan tadi ada 2 anak laki-laki.

2 anak tadi menggenggam sesuatu yang ajaib.

MCFLURRY COKLAT PERSIS YANG SAYA PENGEN

JARAN SIPITTTTTTTTTTTTTTT

saya benar-benar emosi sejadinya. Tadi ibu tersebut minta uang untuk makan tapi malah beli es krim. Yang enak dan mahal lagi. Memang hak setiap orang untuk menggunakan uang dan membeli es krim di M*D, tapi bukan begitu caranya dong. Mengemis, ngakunya untuk beli makan, eh malah beli es krim. Saya pun, lebih memilih makanan pokok dengan lauk pauk daripada es krim. Karena saya tahu prioritas mana yang lebih penting. Entahlah, yang penting saya sedikit lega karena tidak memberi dia uang, tapi tetap saja namanya bete. Kalau tadi benar saya kasih uang, saya akan menepi, mengambil es krim tadi. Saya gak rela!

*Postingan ini ditulis saat hujan deras mengguyur Yogyakarta. Walau sebentar, tapi diharapkan semua pihak untuk membersihkan abu yang sudah tebal. Oh ya, depan kamar kos saya jadi air terjun lumpur karena saluran air yang tidak kuat menahan air dan abu yang menjadi lumpur. Saat menulis ini saya tergopoh-gopoh menyelamatkan barang-barang sperti ember dan cucian serta jemuran. Bahkan jendela dan tembok kamar saya harus direlakan untuk jadi kanvas lukisan lumpur -______- *

Like the Post? Do share with your Friends.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IconIconIconFollow Me on Pinterest

Blogger news

Blogroll

What's Hot