Halo halo, selamat malam untuk semuanya (Harap maklum karena saat menulis ini sedang malam hari). Oh ya, tak lupa mengucapkan selamat malam minggu untuk semuanya ya *Salim*
Gimana malam minggunya? Berkesan? Romantis? Atau miris?
Untuk orang-orang seperti saya, malam minggu itu sedikit miris #dihgitu #akurapopo
Ya karena itu tadi, saya belum punya pacar alias jomblo.
Tapi jujur, sejak kapan sih malam minggu jadi sakral? Dan kenapa orang-orang yang belum punya pasangan atau gandengan harus merasa tersingkirkan?
Bukan bermaksud membela diri, tapi setiap orang kan punya kehidupannya sendiri. Toh pilihan dia untuk tetap sendiri bukan? Ada cerita, maksud dan alasan dibalik itu semua. Gak semua yang pacaran itu bahagia kok *kemudian tos dengan para jomblo*
Sebenarnya sih ya, yang mau saya ucapkan sih tiap orang punya kehidupannya sendiri, dan tidak usah dipermasalahkan kehidupan cinta nya apalagi memojokkan para manusia yang belum punya gandengan. Ingat masih banyak yang harus dipikirkan selain kisah asmara, tanyalah diri sendiri mau jadi apa nanti? apakah sudah punya mimpi? apakah kamu sudah berada di jalur yang benar untuk mencapai mimpi tersebut.
Untuk saya sendiri sih, anda dilahirkan sendiri. Serius. Setiap orang mengurus kehidupannya sendiri. Memang kita makhluk sosial, tetapi anda tetaplah satu personaliti, yang unik dan berbeda satu sama lain. Tidak usah dipusingkan lah hal hal seperti itu, toh orang lain juga cuma bisa berbicara, mereka memang punya peranan dalam hidup anda, tapi sepenuhnya hidup ada di tangan anda sendiri bukan?
#kemudianhening
Tulisan saya tadi sebenarnya menampar diri saya sendiri T_____T
Oke postingan ini ditulis saat malam minggu dan saya sendiri menikmatinya dengan teman-teman saya. Intan dan Mito. Dua-duanya wanita asli bali. Oh ya, ada satu lagi namanya Oka, itu pun saya baru kenalan sama dia. Kami semua memang sedang tidak ada acara satu sama lain dan memutuskan untuk sekedar nongkrong di kafe. Suasanya sangat mendukung. Sendu dan Galau. Hujan, hanya kami di kafe tersebut, ada live music yang menyanyikan lagu yang menggetarkan hati dan membawa kami kembali ke masa masa asmara indah dulu. Di kafe tersebut memang menu nya mahal, tapi kita semua hanya pesan kopi kok.
Tapi yang membuat pertemuan tadi berharga adalah........
Intan dan Mito memberikan pandangan mereka sendiri akan definisi mereka tentang cinta, asmara dan pasangannya. Semua bermula dari saya yang ingin membantu Intan menyiapkan kado untuk mantannya. Dan menurut saya, itu terlalu bagaimana ya? Seperti tak pantas saja lah. Sudah tidak berhubungan tapi repot-repot menyiapkan hal macam-macam. Tapi saya sendiri pun sadar saya pernah mempunyai pemikiran seperti itu namun saya urung lakukan.
Tapi bukankah Cinta memang untuk memberi? Mengapa memberi menjadi suatu permasalahan saat status dipertanyakan? Karena memberi hanya memberi. Karena untuk memberi pada seseorang yang anda sayang bukankah itu dilakukan dengan sepenuh hati?
Namun berbeda dengan pemikiran logika kita. Untuk apa memberi? Toh bukankah situasinya sudah berbeda. Aku sendiri dan kamu sendiri. Bukan satu kesatuan. Tak usahlah melakukan hal yang aneh. Lakukan sewajarnya. Jatuh cinta tetapi jangan dramatis. Tetaplah memakai logika.
Yang kami bahas pun berlanjut tentang kawan mito yang memperjuangkan untuk kuliah di suatu universitas di Bali hanya untuk tetap bersama pacarnya. Padahal jurusan yang ia kuliahi bukanlah yang ia inginkan. Bukan yang ia harapkan. Hanya demi pacarnya. Dan sesuatu yang buruk terjadi, mereka putus. Dan kembali ke topik awal, jatuh cinta memang menyenangkan, tetapi tolong pakai logika. Pemikiranmu haruslah realistis, tak usah menjadi seseorang drama romantis dipenuhi kata "I can't live without you". Itu terlalu bodoh untuk kami. Logika janganlah menjadi bodoh hanya karena cinta.
Dan pembahasan kami kembali memanjang membicarakan mantan. Dan intan secara ajaib membuat suatu quote
"It was good memories, But it won't last forever"
Ya,itu semua memang indah, dulu. Tapi untuk sekarang? biarlah untuk menjadi memori dan andaikan kamu harus berjalan, berjalanlah sendiri. Seiring perjalananmu kamu akan menemukan seseorang yang ingin berjalan di jalur yang sama denganmu. Yang ingin menggandeng tanganmu dan menempuh jalan yang berliku. Berpikirlah secara realistis, jangan sampai cinta membutakan mata dan pikiranmu. Sekian, jombs!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar